SMPIT

Filled under:

SMPIT MENARA FITRAH

A.  LATAR BELAKANG
    Pendidikan merupakan bagian dari kehidupan manusia yang tidak dapat terpisahkan. Salah satu unsur penting untuk membentuk pola pikir, akhlak dan perilaku manusia agar sesuai dengan norma-norma yang berlaku adalah melalui proses pendidikan. Pendidikan memegang peranan sangat penting dalam kehidupan manusia dan merupakan salah satu modal bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, karena dengan pendidikan manusia dapat mengembangkan segala potensi yang dimiliknya. 
      Dunia pendidikan adalah salah satu sektor terpenting yang menjadi penentu bagi keberlangsungan suatu bangsa dan negara, oleh karena itu di setiap negara di dunia ini pendidikan adalah salah satu pogram pembangunan yang sangat diutamakan.  Begitu juga dengan negara Indonesia sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat bahwa salah satu tujuan negara Indonesia adalah “… memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa…”. 
   Sejalan dengan tujuan negara Indonesia tersebut  dunia pendidikan Indonesia dengan segala permasalahannya yang tengah menjadi sorotan hangat di dalam masyarakat, terus berbenah memperbaiki wajah dunia pendidikan sebagaimana  program pemerintah yang tercantum dalam  UU nomor 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Permendiknas nomor 22/2006 tentang Standar Isi, Permendiknas nomor 23/2006 tentang SKL, Inpres nomor 1/2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010 menyatakan/menghendaki/memerintahkan pengembangan karakter peserta didik melalui pendidikan di sekolah.
      Kemudian selanjutnya, dalam UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 
     Sejalan dengan tujuan pendidikan yang tercantum dalam UU No. 20 Tahun 2003, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Penyelenggaraan Pendidikan pada Pasal 17 Ayat (3) menyebutkan bahwa pendidikan dasar, termasuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) bertujuan membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang (a) beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; (b) berakhlak mulia, dan berkepribadian luhur; (b) berilmu, cakap, kritis, kreatif, dan inovatif; (c) sehat, mandiri, dan percaya diri; (d) toleran, peka sosial, demokratis, dan bertanggungjawab. Berdasarkan hal tersebut, jelas bahwa tujuan pendidikan di setiap jenjang, termasuk SMP sangat berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik.
  Dunia pendidikan beserta permasalahannya selalu saja menjadi tema yang menarik untuk diperbincangkan dan selalu tidak akan pernah ada habisnya seiring dengan berkembangnya peradaban manusia, begitulah juga wajah pendidikan Indonesia dewasa ini yang diwarnai dengan hal-hal negatif, diantaranya pergaulan bebas yang marak di kalangan remaja, tawuran yang sepertinya sangat menarik untuk dilakukan para pemuda, narkoba yang seharusnya terlarang ternyata bebas didapatkan dan digunakan oleh anak yang secara fakta usia seharusnya masih asyik dengan dunia belajar dan cita-cita, serta yang terbaru adalah fakta bahwa sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak ternyata menjadi sumber dari kejahatan kekerasan seksual, kemudian selanjutnya menurut Education For All Global Monitoring Report 2011 yang dikeluarkan UNESCO,  bahwa Education Development Index (EDI) perkembangan pendidikan Indonesia berada di posisi ke-69 masih jauh tertinggal dibandingkan dengan negara berkembang lainnya seperti Malaysia di posisi 65 dan Brunei Darussalam di posisi 34. 
    Demikian pula yang terjadi dalam pendidikan Islam sebagaimana yang dikemukakan dalam Mahab, dkk (2010, 15) tentang kondisi objektif pendidikan Islam yang mengalami kepudaran kecemerlangan yang salah satu penyebabnya adalah dikotomi keilmuan yakni suatu kondisi terbelahnya antara ilmu agama dengan ilmu dunia, dikotomi antara wahyu dan alam, serta dikotomi antara wahyu dan akal.
      Masa depan suatu bangsa tergantung dari generasi mudanya. Sedang kebaikan, keunggulan dan kualitas generasi muda tergantung dari faktor-faktor yang mempengaruhinya. Tidak dapat dielakkan bahwa kualitas pendidikan adalah faktor utama yang paling dominan dalam mencetak lahirnya generasi muda yang mandiri, unggul, bermoral dan berkualitas. Berdasarkan fakta-fakta tersebut dunia pendidikan Indonesia memerlukan penyegaran berupa sekolah yang mampu menjadi basis tumbuh dan berkembangnya “golden generation” yang berkarakter. Kemudian, sebagai sebuah wajihah yang memberikan fungsi khidami untuk mencerdaskan kader penerus bangsa, dan kebutuhan pendidikan dengan trend Sekolah Islam Terpadu yang tinggi, maka yayasan SIT Menara Fitrah merintis Sekolah Menengah Pertama (SMP) berbasis Islam Terpadu.

B.  TUJUAN
            Berdasarkan pemaparan latar belakang di atas, maka tujuan dari SMPIT Menara Fitrah ini antara lain:
1.    Tujuan Kelembagaan (Intitusional dan Operasional) SMPIT Menara Fitrah
a.       Membangun dan mengenalkan pada anak jiwa berusaha
b.      mencetak generasi Qur’ani penghafal Al Qur’an yang berkepribadian utuh dan  unggul dalam ilmu dan amal.
c.       Membentuk generasi yang memiliki landasan keimanan yang kuat dan memiliki komitmen ke-Islam-an yang tinggi
d.      Mendidik anak untuk selalu berprestasi dari motivasinya sendiri sehingga menjadi generasi dengan kemampuan memotivasi dirinya sendiri.
e.       Mendidik anak membangun sikap kemandirian dan tanggung jawab sehingga menjadi generasi yang mandiri dan bertanggung jawab
f.       Membentuk anak untuk menjadi generasi dengan sikap kepemimpinan yang kuat, percaya diri, dan kreatif
g.      Membangun anak untuk menjadi generasi dengan kesadaran untuk selalu peduli terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat
h.      Memberikan kemampuan dasar kepada anak, baik berupa ketrampilan, pengetahuan, dan kemampuan serta sikap dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat dan beragama yang akan digunakan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih lanjut.

2.    Tujuan Kurikuler SMPIT Menara Fitrah
Untuk membentuk karakter anak menjadi generasi yang tidak hanya pandai dalam segi akademis namun juga pandai dalam segi religius dan ketrampilan-ketrampilan praktis yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

C.  VISI, MISI
VISI:
“Menjadi Sekolah Islam Unggulan yang melahirkan generasi FITRAH yaitu generasi Rabbani yang cinta Qur’an, cerdas, berkarakter, mandiri, unggul dalam bahasa dan teknologi, berjiwa entrepreneur, serta bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat”
Indikator:
a.       Terwujudnya organisasi sekolah yang kuat dan Islami.
b.      Terbentuknya kebiasaan pada diri siswa untuk berinteraksi dengan Al-Quran, menunaikan ibadah wajib dan sunnah secara teratur
c.       Terwujudnya proses pendidikan formal dengan mengintegrasikan ilmu pengetahuan umum dan agama Islam secara utuh
d.      Terwujudnya pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efisien, dan menyenangkan.
e.       Terwujudnya peserta didik yang memiliki kecerdasan religi, kecerdasan intelektual,    kecerdasan emosional, dan kecerdasan sosial secara berimbang yang ditunjukkan melalui terbentuknya 10 karakter andalan (muwashofat) :
1.          Salimul Aqidah (Aqidah yang bersih)
2.          Shalihul Ibadah (Ibadah yang benar)
3.          Mutsaqaful Fikr (mempunyai wawasan yang luas)
4.          Qowiyul Jism (mempunyai fisik yang kuat)
5.          Matinul Khuluq (mempunyai akhlaq yang tinggi)
6.          Mujahidu Linafsihi (mempunyai semangat juang yang tinggi)
7.          Nafi’un Lighorihi (bermanfaat bagi orang lain)
8.          Qodirun ‘Alal Kasbi (mandiri)
9.          Haritsun ‘Ala Waqtihi (menata waktu dengan baik)
10.      Munadzom Fi Su ‘unihi (tertata urusannya)
f.       Terwujudnya peningkatan peran serta orang tua dan masyarakat terhadap program sekolah.

      MISI:
a.       Menyelenggarakan manajemen organisasi sekolah yang kuat berlandaskan nilai-nilai Islam.
b.      Membiasakan diri untuk berinteraksi dengan Al-Quran, menunaikan ibadah wajib dan sunnah secara teratur dan berkelanjutan
c.       Mempersiapkan dan mewujudkan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial
d.      Menyelenggarakan proses pendidikan formal dengan mengintegrasikan ilmu pengetahuan umum dan agama Islam secara utuh.
e.       Mewujudkan sistem pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan  menyenangkan
f.       Menciptakan lingkungan sekolah yang Islami, dan berwawasan  lingkungan
g.      Menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan baik pada diri siswa melalui penerapan budaya sekolah
h.      Menumbuhkembangkan potensi siswa untuk berjiwa Entrepreneur
i.        Menumbuhkembangkan jiwa kepedulian siswa terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar melalui program-program yang tepat
j.        Memberdayakan peran serta orang tua dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip ibadah dan dakwah Islamiyah




0 komentar:

Posting Komentar

 
Allah