Minggu, 08 Maret 2015

MEMBANGUN LINGKUNGAN SEKOLAH RAMAH ANAK

Filled under:

  
   Indonesia kini sudah darurat narkoba, darurat kekerasan seksual terhadap anak, ada orang tua menzinahi anaknya sendiri. Peristiwa tersebut menjadi  seperti fenomena gunung Es, volume total sebenarnya sangatlah besar, namun yang nampak di permukaan gunung sangatlah sedikit, sedangkan sisanya tak nampak, tersimpan di bawah permukaan laut. Demikianlah muqaddimah dari tausiyah yang disampaikan oleh Ust. Mohd. Iqbal Romzi selaku Dewan Pembina Yayasan Menara Fitrah yang juga merupakan salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) yang berkontribusi di komisi 8 ini, yang membahas masalah agama, sosial, bidang perempuan dan perlindungan anak.
     Hati-hati, hati-hati, hati-hati. Demikianlah beliau menekankan supaya para pendidik dan SDM di Sekolah Islam Terpadu (SIT) Menara Fitrah berhati-hati dengan semua oknum yang mencurigakan. Oleh karena itu kita harus menciptakan lingkungan ramah anak. Prinsip-prinsip kita sangatlah jelas, karena itu harus terus diingat dan diterapkan. Para SDM SIT Menara Fitrah harus memperlakukan anak-anak/para siswa SIT MEFI dengan kasih sayang. Semua yang berada di lingkungan SIT Menara Fitrah wajib menciptakan lingkungan yang ramah anak dan memperhatikan objek-objek yang mengundang bahaya bagi anak-anak, seperti sumur, dsb.
     Dalam kesempatan ini pula Ust. Iqbal Romzi mengutip beberapa tausiyah Rasulullah SAW yang bertemakan " SEBAIK-BAIKNYA ". 

Dalam sebuah hadist Rasulullah saw bersabda, " Orang yang paling bahagia adalah orang yang dapat memetik pelajaran dari orang lain". 

Jadi, orang lain siapapun itu adalah guru bagi kita, termasuk anak-anak. Jika ingin tahu hal-hal mendasar tentang kehidupan, bertanyalah pada anak-anak. Karena kadangkala pertanyaan-pertanyaan mereka tidak bisa dijawab oleh orang dewasa. Karena mereka memikirkan hal-hal mendasar yang tidak difikirkan atau bahwan terkadang diremehkan oleh oran

g dewasa. Seperti misalnya, mengapa bumi diciptaka? kemana kita akan kembali setelah mati? dsb. Jadi jangan sungkan-sungkan belajar dari orang lain, termasuk dari musuh sekalipun. Karena itu kita bisa mengukur kemampuan sendiri. SDM MEFI harus mengamalkan. 

1. Sebaik-baik Bekal adalah Takwa

“Berbekallah. Sesungguhnya sebaik-baik bekaladalah taqwa” (QS. Al Baqarah : 197) 

Ambillah pelajaran dari orang-orang yang memiliki pandangan hati yang tajam. Tidak ada kompetensi yang lebih besar selain dari anak-anak kita mampu menanamkan nilai-nilai ketakwaan. Jangan terjebak dengan rutinitas tanpa memperbaiki diri. Kita adalah supplier. Kita pemberi hadiah, Maka berikanlah yang terbaik untuk anak-anak kita. 

2. Sebaik-baik kisah adalah Al-Qur'an

Kalau kita ingin mengambil kisah, maka abillah dari Al-Qur'an. Dan sebaik-baik kisah adalah kisah nabi Yusuf a.s. Hingga mendekatkan diri dan anak-anak kita dengan Al-Qur'an menjadi sangatlah penting. Karena itu diharuskan kepada seluruh SDM MEFI untuk senantiasa memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur'an.

3. Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi.
    Arahan-arahan tentang kehidupan ini lengkap. Al-Qur'an lebi utama daripada referensi-referensi yang lain. Kalau anak-anak kita mempunyai kewajiban menghafal Al-Qur'an, maka SDM nya pun demikian. Apa yang didapat pertama kali oleh anak-anak, maka itulah yang akan melekat di otak mereka, Karena itu, semua guru harus berpegang teguh pada petunjuk terbaik, yaitu petunjuk Nabi sebagai bekal yang benar bagi anak-anak dalam menjalani kehidupan. 

4. Sebaik-baik Petunjuk adalah petunjuk yang dipatuhi
Membangun kepatuhan dalam diri anak didik sangatlah penting. Yaitu kepatuhan terhadap nilai-nilai yang benar. Karena itu latihlah kepatuhan anak dengan memerintahkan hal-hal yang berpedoman pada Al-Qur'an dan As Sunnah.

5. Sebaik-baik Ilmu adalah yang Bermanfaat
Semakin banyak ilmu yang kita ajarkan, semakin ilmu kita berkah. Dan berkah itu bukan yang banyak, melainkan yang bermanfaat. Semakin banyak ilmu diamalkan, maka Allah akan menambahkan ilmu yang lebih banyak lagi. BATAM (Berusaha Ada Tambahan Manfaat).

6. Sebaik-baik Hikmah adalah Rasa Takut kepada Allah SWT. 
Tidak ada karunia selain Hikmah. Dan sebaik-baik hikmah adalah rasa takut kepada Allah swt

7. Sebaik-baik perkara adalah sesuatu yang bersifat Pertengahan
Jangan terkecoh dengan kehidupan dunia. Jangan berlebih-lebihan.

8. Sebaik-baik sesuatu yang ditanamkan di dalam hati adalah keyakinan.
Dalam sebuah hadist disebutkan, " Allah tidak memberikan pemberian yang terbaik di dunia kepada manusia selain dari keyakinan dan kesehatan. Mintalah kamu keduanya kepada Allah"

9. Sebaik-baik Orang Kaya adalah orang yang kaya hatinya
Kaya hati sama dengan merasa cukup kepada Allah swt/Qona'ah. Lawannya adalah ketamakan. Tama' sama dengan rakus/serakah.
Ketamakan adalah kemiskinan dam qona'ah adalah kekayaan. 

Oleh: Ust. Mohd. Iqbal Romzi

1 komentar:

 
Allah